A.
Pengertian
Manajemen Waktu
Taylor
(1990) menyatakan bahwa manajemen waktu adalah pencapaian sasaran utama
kehidupan dengan cara mengesampingkan kegiatan-kegiatan yang tidak penting. Menurut Covey (1994)
mengaitkan manajemen waktu dengan manajemen diri dan kunci dari manajemen waktu
adalah organisir dan laksanakan menurut prioritas.
Douglass
(2000) mengatakan manajemen waktu yaitu usaha untuk menggunakan waktu yang ada
secara lebih bermakna dan manajemen waktu adalah sebuah keterampilan untuk
memperhitungkan waktu agar pekerjaan dapat berjalan secara efektif.
Berdasarkan
uraian di atas dapat disimpulkan bahwa manajemen waktu adalah kemampuan
mengelola waktu untuk merencanakan, mengorganisasikan, dan mampu mengendalikan
dalam melakukan hal-hal penting secara efektif dan efisien yang bertujuan
mengoptimalkan waktu yang ada sehingga segala hal dapat dikerjakan dengan lebih
cepat.
B.
Manfaat Manajemen Waktu
1. Semua
hal yang ingin kita kerjakan dapat berjalan dengan baik
Karena
kita sudah merencanakan atau menyusun serangkaian pekerjaan yang akan kita
selesaikan, maka pekerjaanpun dapat berjalan dengan baik dan teratur karena
kita menjalankan sesuai rencana yang telah kita susun sendiri dan telah kita
sesuaikan dengan kondisi kita.
2. Pekerjaan
dapat selesai pada waktunya
Saat
kita bisa memanajemen waktu, kita dapat menggunakan waktu seefisien dan
seefektif mungkin untuk menyelesaikan pekerjaan. Sehingga tidak akan ada waktu
yang terbuang sia-sia dengan begitu pekerjaan dapat terselesaikan tepat pada
waktunya.
3. Tidak
ada kegiatan yang terlewat
Saat
memanajemen waktu kita bisa menyusun jadwal mulai dari pekerjaan yang harus
dikerjakan terlebih dahulu hingga pekerjaan yang dapat diselesaikan terakhir.
Dengan adanya jadwal kita tidak akan lupa untuk melaksanakan pekerjaan yang
akan diselesaikan karena kita dapat melihat jadwal pekerjaan kita dan semuanya
telah terjadwal atau tersusun dengan baik.
4. Tidak
ada waktu yang terbuang sia-sia
Saat
memanajemen waktu kita menyusun jadwal yang akhirnya bisa membuat kita fokus
pada apa yang akan kita kerjakan. Sehingga dalam menyelesaikan pekerjaanpun
kita dapat menggunakan waktu seefektif dan seefisien mungkin dan tidak ada
waktu yang terbuang sia-sia karena kita benar-benar fokus.
C.
Prinsip Manajemen Waktu
1.
Jadilah aktif, bukan hanya reaktif
2.
Set Gol
3.
Prioritaskan tindakan
4.
Jaga fokus
5.
Buat tenggat waktu yang realistis
6.
Setelah memutuskan rencana dan terfokus, lakukan dengan cara :
·
Membagi dan
mengerjakan apa yang harus di lakukan. Pecahkan tugas besar menjadi tugas-tugas
kecil dan berikan setiap bagian dari tugas tenggat waktu yang realistis.
·
Mengatur sumber
daya, dan bagaimana akan melakukannya
·
Luangkan waktu
untuk belajar bagaimana melakukan sesuatu sendiri
·
Jangan
menunda-nunda
·
Manfaatkan
peluang
·
Waspada terhadap
pemborosan waktu
7.
Seimbangkan hidup. Terlalu banyak istirahat atau terllau banyak bekerja akan
menimbulkan dampak negatif dalam jangka panjang.
D.
Tujuan Manajemen Waktu
1. Untuk
mencapai suatu target
Tujuan
manajemen waktu yaitu untuk mecapai target adalah di mana seseorang pasti
memiliki target dalam hidupnya, di mana untuk mencapai terget tersebut haruslah
dengan rencana yang matang. Salah satunya dengan perencanaan waktu, karena dengan adanya
perencanaan atau manajemen waktu maka seseorang dalam menjalankan hidupnya akan
lebih teratur sehingga target dalam kehidupannyapun dapat tercapai satu
persatu. Contohnya dalam bidang belajar seorang siswa memiliki target terdekat
yaitu mengikuti suatu perlombaan mewakili sekolah dan ingin memenangkannya dan
sebentar lagi ia akan menghadapi ujian dan ingin mendapatkan nilai yang
memuaskan. Maka dari itu ia mulai menyusun jadwal pembagian waktu untuk
persiapan perlombaan dan waktu belajar, sehingga dengan begitu ia dapat
mencapai seluruh targetnya.
2. Untuk
menjaga keseimbangan di antara tujuan-tujuan yang saling bertentangan
Terkadang di dalam kehidupan kita
sehari-hari pasti kita memiliki suatu tujuan, di mana tujuan tersebut tidak
selamanya baik karena pasti ada tujuan yang kurang baik. Dengan adanya
manajemen waktu, dapat membantu kita untuk bisa lebih menyeimbangkan tujuan
yang baik dengan yang kurang baik tersebut. Seperti contonya saat kita mengerjakan tugas pasti ada saat di
mana kita bosan dan ingin bersantai, tetapi terkadang kita lupa waktu dan
justru lebih banyak menghabiskan waktu untuk bersantai. Tetapi dengan adanya
manajemen waktu kita bisa menyeimbangkan keduanya yaitu dengan cara saat
menuliskan jadwal untuk menyelesaikan tugas dan kita juga bisa menuliskan
jadwal untuk bersantai atau beristirahat sejenak dengan diberikan batasan waktu
tertentu. Jangan sampai waktu beristirahat lebih lama dibandingkan waktu untuk
menyelesaikan pekerjaan. Sehingga waktu untuk bersantai atau beristirahat
sejenak tetap ada tetapi menyelesaikan pekerjaanpun tetap bisa berjalan dengan lancar.
3. Untuk
mencapai efisiensi dan efektivitas
Manajemen
waktu untuk mencapai efisiensi dan efektif adalah di mana memilih waktu yang
tepat, tidak membuang-buang waktu dan dapat memperoleh hasil yang maksimal dari
suatu pekerjaan. Contohnya saat kita mendapatkan tugas dan kita sudah
merencanakan tugas tersebut dikerjakan pada hari yang tepat, maka saat kita
mengerjakan tugas tersebut di hari yang telah ditentukan kita jangan sampai
menunda-nunda dan tetap fokus mengerjakan tugas tersebut agar tidak ada waktu
yang terbuang sia-sia dan hasil dari pegerjaan tugas tersebutpun akan lebih
maksimal karena kita mengerjakan dalam waktu yang cukup. Sehingga dengan
demikian waktu yang digunakan sangat efektif dan efisien.
E.
Tips
Manajemen Waktu
1. Susun
jadwal kegiatan
Jadwal
kegiatan dapat disusun dengan sistem harian kemudian ke sistem mingguan. Gunakanlah
agenda atau catatan untuk mencatat seluruh kegiatan yang akan dilakuakan baik
kegiatan-kegiatan besar ataupun kegiatan-kegiatan kecil dalam waktu satu
minggu, seperti jika akan ada ujian atau tugas yang akan dikumpulkan dalam satu
minggu ini. Selain agenda ada juga
beberapa alat untuk membantu kita memanajemen waktu, seperti PDA, Smartphone,
Tablet PC, dll.
2. Tentukan
prioritas
Dalam menyusun jadwal kegiatan kita harus
mengetahui pekerjaan apa yang harus dikerjakan terlebih dahulu dan pekerjaan
apa yang dapat dikerjakan terakhir. Seperti contohnya saat ada tugas yang harus
dikumpulkan dan kita juga telah memiliki janji untuk pergi bersama teman. Maka
yang harus kita dahulukan adalah mengerjakan tugas tersebut barulah setelah
tugas tersebut selesai kita dapat pergi bersama teman.
3. Gunakan
“jam tenang” atau “waktu utama” untuk berpikir, merencanakan dan melakukan
tugas penting
Jam
tenang atau waktu utama adalah saat di mana kita memiliki waktu luang dan tidak
melakukan pekerjaan apapun, selama waktu tersebut kita dapat menggunakannya
untuk menyusun rencana kegiatan apa yang akan kita lakukan dan kita juga dapat
menyelesaikan pekerjaan pekerjaan yang penting terlebih dahulu.
4. Tetapkan
sasaran jangka pendek maupun jangka panjang, dan tetapkan batas waktunya
Saat
kita menentukan rencana pekerjaan pasti kita memiliki pekerjaan yang harus
diselesaikan dalam waktu dekat dan pekerjaan yang dapat diselesaikan terakhir.
Dalam menentukan pekerjaan mana yang utama kita juga harus menentukan batas
waktu berapa lama kita akan menyelesaikan suatu pekerjaan, agar kita tidak
terlalu lama menyelesaikan pekerjaan tersebut dan dapat segera menyelesaikan
pekerjaan lainnya.
5. Jangan
menunda-nunda pekerjaan
Ketika
kita mendapatkan suatu pekerjaan atau tugas kita harus segera membuat rencana
untuk mengerjakan tugas tersebut dan tidak menunda-nunda mengerjakan tugas
tersebut. Saat kita memiliki waktu luang jangan sia-siakan waktu tersebut dan
sebaiknya kita segera menyelesaikan tugas, sehingga tidak akan ada tugas yang
terbengkalai.
6. Kurangi
kegiatan yang kurang penting
Banyak
kegiatan yang tidak penting yang sangat senang kita lakukan dan itu berarti
kita telah membuang-buang sebagian dari waktu kita untuk menyelesaikan suatu
pekerjaan. Contohnya kita sangat senang bermain internet atau bersenang-senang
dengan teman hingga berjam-jam, padahal sebenarnya kita bisa menggunakan waktu
tersebut untuk mengerjakan tugas-tugas kita.
7. Kelompokkan
tugas-tugas yang serupa
Agar
kita tidak mengalami kebingungan dalam mengerjakan tugas dan tugas-tugas tidak
bercampur menjadi satu, maka sebaiknya kita mengelompokkan tugas-tugas yang
sejenis. Contohnya saat kita mengelompokkan tugas apa yang harus diketik,
ditulis dan tugas apa yang harus dibaca.
8. Jangan menjadi
perfeksionis
Berusahalah
agar menjadi orang sempurna yang siap menghadapi kekalahan. Tidak ada orang
sempurna. Anda butuh tujuan yang dapat dicapai dengan kemampuan yang ada.
Tugas-tugas sulit biasanya berakhir dengan penolakan dan penundaan.
9. Jangan
lupa dan jangan tinggalkan rekreasi.
Kuliah, bukan berarti harus belajar sepanjang
masa, tetapi juga harus tetap mempunyai kehidupan social yang baik. Missal
berkunjung kerumah teman atau mengerjakan hobi yang anda sukai.
DAFTAR PUSTAKA
Akmal,
Vika Alvira. Manajemen Waktu. Perbedaan
Prokastinasi Akademik Jenis Kelamin dengan Mengontrol Manajemen Waktu Pada
Mahasiswa yang Kuliah Sambil Bekerja di Yogyakarta. 1 : 8.
Canfield,
Jack dan Kimberly Kirberger. 2001. The
Seven Habits of Highly Effective Teens. Jakarta: Binarupa Aksara.
Handoko,
T. Hani. 2009. Manajemen. Yogyakarta:
BPFE-Yogyakarta
Lie,
Anita dan Sarah Prasasti. 2004. 101 Cara
Membina Kemandirian dan Tanggung Jawab Anak. Jakarta: PT Elex Media
Komputindo Kelompok Gramedia.
Sulistyawati,
Murni. Manajemen Waktu. Mendapatkan yang
Terbaik dari Waktu Kita. 1 : 11.


0 komentar:
Posting Komentar