A.
Pengertian Bakat
Spearman (Fudyartanta, 2004) engemukakan bahwa bakat
adalah suatu kemampuan khusus yang berkembang secara istimewa atau menonjol,
dibandingkan dengan kemampuan-kemampuan yang lain. Bakat tidak sama dengan
kecerdasan tetapi kecerdasan menjadi dasar untuk berkembangnya bakat. Bahkan
kecerdasan itu dapat dipandang sebagai faktor umum dan bakat itu adalah factor
khusus.
Munandir (2001:15-16) mengatakan bahwa bakat sering
dikatakan merupakan kemampuan yang dibawa sejak lahir, dengan kata lain
bersifat keturunan. Muhammad
(2010) mengemukakan bahwa bakat bersifat bawaan dan harus dikembangkan untuk
mendapatkan hasil yang optimal. Bakat itu senantiasa harus diasah dan
dikembangkan agar dapat muncul dengan optimal dalam diri seseorang. Pengasahan
yang dilakukan harus sepenuhnya mendukung terhadap perkembangan baka karena
bakat berbeda dengan kemampuan yang tidak terlalu menekankan pada latihan atau
pengasahan.
Dari berbagai pengertian diatas dapat diambil
kesimpulan bahwa bakat adalah sesuatu hal yang menonjol pada seseorang dan
menjadi kelebihan individu tersebut pada bidang tertentu, misalnya bakat pada
bidang seni, olahraga, dan sebagainya. Bakat seseorang akan muncul apabila
bakat individu tersebut selalu diasah atau dilatih.
B.
Hal-Hal
Yang Mempengaruhi Bakat
1. Faktor
internal
a. Minat
Merupakan motif asli
yang muncul dari dalam diri individu itu sendiri
b. Motif
berprestasi
Seseorang yang
mempunyai keinginan yang kuat menjadi seseorang yang berprestasi maka dengan
dorongan dan latihan maka anak tersebut dapat mengoptimalkan bakat yang dia
miliki. Sebaliknya, meskipun anak tersebut mendapat dukungan dan latihan tanpa
ada motif berprestasi maka pengembangan bakat yang ia miliki tidak akan
maksimal.
c. Berani
mengambil resiko
Resiko adalah hal yang
biasa dalam menjalankan suatu hal. Contohnya kita punya bakat dalam bela diri
tapi kita takut untuk mengambil resiko seperti patah tangan, bibir sobek, dan
sebagainya, maka kita tidak akan pernah mungkin bias menjadi pesilat atau
etarung yang baik.
d. Ulet
dalam menghadapi tantangan
Ulet artinya pantang
menyerah dan tidak takut untuk gagal. Seseorang yang bisa menganggap bahwa
kegagalan itu adalah hal yang biasa maka ia akan punya jiwa yang kuat untuk
menghadapi segala masalah yang akan muncul
e. Pengaruh
unsure genetic
Khususnya yang
berkaitan dengan otak, bila dominan otak sebelah kiri, bakatnya sangat
berubungan dengan masalah verbal, intelektual, teratur, dan logis dan bila
dominan dengan otak kanan berhubungan dengan masalah spasial, non verbal,
estetik, artistik serta atletis
2. Faktor
eksternal
a. Latihan
Bakat adalah sesuatu
yang dimiliki secara alamiah, yang mutlak memerlukan latihan untuk
membangkitkan dan mengembangkannya.
b. Kesempatan
maksimal untuk mengembangkan diri
Tidak semua orang
mempunyai kesempatan untuk mengembangkan diri. Sebenarnya banyak sekali
orang-orang yang berbakat dalam suatu hal, mereka juga memiliki minat dan
motivasi yang kuat tetapi tidak bisa apa-apa. Salah satu hal yang menyebabkan
itu terjadi karena tidak ada kesempatan atau tidak pernah diberi kesempatan
untuk mencoba.
c. Sarana
dan prasarana
d. Dukungan
da dorongan dari keluarga
e. Lingkungan
tempat tinggal
f. Pola
asuh orang tua
C.
Langkah-Langkah
Menemukan Bakat
Ada 5 cara mudah
menemukan bakat yang tersembunyi, antara lain :
1. Dengarkan
orang lain
Dibandingkan diri
sendiri, orang lain seringkali jauh lebih tahu. Besar kemungkinannya orang lain
sudah pernah bahkan berkali-kali mengatakan bahwa anda sangat menguasai bidang
tertentu. Hanya saja selama ini mungkin anda mengabaikannya dan tidak
menganggap serius. Sekarang saatnya mulai mendengarkan.
2. Temukan
sesuatu yang sangat mudah dilakukan
Suatu saat mungkin anda
melihat seseorang (dengan jenis kelamin dan usia yang sama) begitu kesulitan
melakukan sesuatu, tetapi anda bisa melakukan aktivitas yang sama dengan super
mudah. Lain waktu, anda menemukan orang lain mengambil kursus atau sekolah
khusus untuk melakukan sesuatu tetapi anda bisa melakukan hal yang sama dengan
sangat mudah tanpa kursus atau sekolah khusus. Berarti aktivitas tersebut
adalah bakat tersembunyi anda.
3. Temukan
sesuatu yang paling anda nikmati
Bakat tersembunyi
sering kali menunjukan dirinya sendiri ke permukaan. Adakah suatu aktifitas
yang sangat ingin anda lakukan tetapi selama ini tidak karena keterbatasan
tertentu (waktu, biaya, alat)?. Besar kemungkinan aktivitas tersebut adalah
bakat tersembunyi anda. Tidak ada jaminan pasti bahwa setiap yang anda sukai
merupakan bakat tersembunyi anda, tetapi kerap diantaranya.
4. Temukan
sesuatu yang sering anda bicarakan
Adakah topic tertentu
yang anda sadari atau tidak selalu menjadi topic anda? Suatu ketika mungkin
anda membicarakan topic lain, tetapi ujung-ujungnya lari ke topic yang biasa
anda bicarakan lagi. Bisa jadi aktivitas yang ada dalam topic tersebut adalah
bakat tersembunyi anda atau setidaknya terkait.
5. Tanyakan
pada orang lain
Dalam banyak hal, cara
termudah dan tercepat untuk mengetahui sesuatu adalah dengan bertanya. Tanya
pada siapapun yang anda piker bisa dan bersedia memberikan penilaian yang
obyektif. Tidak selalu orang terdekat, bisa jadi mereka justru paling tidak
obyektif. Minta meeka mengabaikan kebiasaan buruk-kebiasaan buruk anda, yang
anda butuhkan hanya kelebihan anda. Sebisa mungkin usahakan dengan pertanyaan
langsung “ menurut kamu, apa bakat apa?”. Tanya mereka secara terpisah, catat.
Setelah semua jawaban terkumpul, perhatikan sesuatu yang paling sering
disebutkan. Jika jumlah orang yang ditanya cukup banyak, 90% itu adalah bakat
tersembunyi anda.
D.
Cara
Untuk Mengembangkan Bakat
1. Menumbuhkan
keberanian : berani memulai, berani gagal, berani berkorban (perasaan, waktu,
tenaga). Keberanian akan membuat kita melihat jalan keluar dari berbagai macam
kendala.
2. Didukung
latihan : bakat yang kita punya sebaiknya perlu diimbangi dengan latihan.
3. Didukung
lingkungan : lingkungan seperti manusia, fasilitas, biaya, dan kondisi social
yang turut berperan dalam usaha pengembangan bakat.
4. Memahami
hambatan dan cara mengatasinya : mengidentifikasi dengan baik kendala-kendala
yang ada, kemudian dicari jalan keluar untuk mengatasinya.
5. Mengembangkan
situasi dan kondisi yang memberikan kesempatan untuk mengembangkan bakat
khususnya dengan mengusahakan dukungan baik psikologis maupun fisik.
E.
Hubungan
Bakat Dengan Jenis Pekerjaan
1.
BIDANG BAKAT UMUM
|
NO
|
BAKAT
|
KARAKTERISTIK
|
KARIER
|
|
1
|
AKADEMIK
|
· Memiliki kemampuan dalam hal ilmiah
· Mampu bekerja dengan hitungan (numerik)
· Mampu menyusun angka
· Mampu menyusun suatu jaringan ilmiah
· Mampu merangkai kalimat logika
|
· Dokter
· Ilmuan
· Saintis
· Astronot
· Mekanik
· Akuntan
·
Guru
·
Apoteker
|
|
2
|
Sosial
|
· Mampu menjalin hubungan dengan orang lain
· Mampu mengatur diri dalam hubungan sosial
· Mampu memahami dirinya sendiri
· Mampu mengontrol diri dalam hubungan sosial
|
Aktivis
Pekerja sosial
Guru
Konselor
Sosiolog
Psikolog
Wartawan
Wiraswasta
Marketing
Relawan
Humas
Motivator
ulama
|
|
3
|
Seni
|
· Mampu memainkan alat musik dengan baik
· Mampu menggambar objek dengan baik
· Mampu menghasilkan lukisan yang indah
· Mampu menata ruang
· mampu merangkai ruang
|
Artis
Pemahat
Pelukis
Penenun
Penata rambut
Desainer
Arsitek
Kartunis
Penari
· Pemusik
|
|
4
|
Olahraga
|
· mampu berlari dengan baik
· mampu menyelam dengan baik
· mampu melompat dengan baik
· mampu berjalan cepat
· mampu bernapas kuat
· mampu menggerakkan anggota tubuh secara terkoordinasi
|
Pemain sepak bola
Atlet angkat besi
Perenang
Pemain basket
Pemain volley
Binaragawan
Pelari
Karate
Pesilat
karateka
|
2.
BIDANG BAKAT KHUSUS
|
NO
|
BAKAT
|
KARAKTERISTIK
|
PEKERJAAN
|
|
1
|
Verbal
|
· Mampu berbicara dengan baik
· Mampu merangkai kalimat dengan baik
· Mampu menuangkan gagasan secara lisan dengan baik
· Mampu menciptakan kata-kata yang puitis dan menyentuh
|
· public speaker
· Mc
· wartawan
· penyiar televisi
· humas
|
|
2
|
Numerikal
|
· Tertarik dengan angka-angka
· Tidak bosan dalam menghadapi angka-angka
· Merangkai konsep dalam bentuk angka
|
· matematikawan
· saintis
|
|
3
|
Skolastik
|
· Mampu mengkombinasikan angka dan logika
· Mampu menalarkan suatu konsep
· Mampu menciptakan hipotesis
· Mampu menciptakan keteraturan dalam suatu pola numerik
· Pikirannya rasional
|
· ilmuan
· akuntan
· programmer komputer
|
|
4
|
Abstrak
|
· Tidak berkaitan dengan angka maupun logika
· Mampu merencang pola
· Mampu membuat suatu rancangan
· Mampu membuat diagram
· Mampu membuat pola-pola
|
· desainer pakaian
· ahli desain ruang (interior)
· pelukis
· pematung
|
|
5
|
Mekanik
|
· Mampu bekerja dengan prinsip-prinsip ipa
· Mampu mempelajari tata kerja mesin
· Mampu membuat perkakas dan alat
|
· montir
· perajin
· teknisi
· ahli meubel
|
|
6
|
Spatial
|
· Mampu mengamati pola
· Mampu menceritakan pola 2 dimensi atau 3 dimensi
· Punya kepekaan yang tajam terhadap detail dan visual
· Menggambarkan sesuatu dengan begitu hidup
· Melukis atau membuat sketsa secara jelas
· Mampu membuat kesesuaian dalam pola 3 dimensi
|
· pilot
· insinyur mesin
· fotografer
· arsitek
· pelukis
· artis
|
|
7
|
Klerikal
|
· Kecepatan dalam bekerja diatas rata
· Mempunyai tingkat ketelitian kerja yang sangat baik
· Suka hal yang berkaitan dengan tulis menulis cepat
· Mampu meramu suatu racikan
· Mampu menyusun administrasi di kantor
· Mampu bekerja di laboratorium
|
· apoteker
· sekretaris
· juru tulis
· petugas laboratorium
|
|
8
|
Linguistic
|
· Analisa bahasa baik
· Berkomunikasi dengan baik
· Mampu menulis dengan cepat
· Mampu menangkap makna dari sebuah kalimat
· Mampu menyusun alur cerita dengan baik dari awal hingga
akhir
|
· jurnalis
· stenografi
· editor koran
· pengacara
· pramuniaga
|
DAFTAR PUSTAKA
Sunyabrata, Sumadi.2008. Psikologi Pendidikan. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada
Sukardi, Dewa Ketut. 2003. Analisis tes psikologis. Jakarta: PT Rineka Cipta
Fudyartanta, K.2004. Tes Bakat dan Penskalaan Kecerdasan. Yogyakarta : Pustaka Pelajar
Muhammad, A. 2010. Deteksi Bakat dan Minat Anak Sejak Dini. Jogjakarta : Garailmu


0 komentar:
Posting Komentar