Tips Meningkatkan
Konsentrasi Belajar
A. Pengertian Konsentrasi Belajar
Kosentrasi belajar berasal dari
kata konsentrasi dan belajar. Hornby dan Siswoyo (1993:69) mendefinisikan
konsentrasi (concentration) adalah pemusatan atau pengerahan (perhatiannya ke pekerjaannya
atau aktivitasnya). Djamarah (2008) memberikan pengertian bahwa konsentrasi
adalah pemusatan fungsi jiwa terhadap satu objek. Sedangkan menurut Slameto
(2003) dalam belajar, konsentrasi berarti pemusatan pikiran terhadap
suatu mata pelajaran dengan mengesampingkan semua hal lainnyayang tidak
berhubungan dengan pelajaran.
Tabrani dkk. (1989:8) menyatakan definisi
belajar dalam arti luas ialah proses perubahan tingkah laku yang dinyatakan dalam bentuk penguasaan,
penggunaan, dan penilaian terhadap atau mengenai
sikap dan nilai-nilai, pengetahuan dan kecakapan dasar yang terdapat dalam
berbagai bidang studi atau, lebih luas lagi, dalam berbagai aspek kehidupan
atau pengalaman yang terorganisasi. Belajar selalu menunjukkan suatu proses
perubahan perilaku atau pribadi seseorang berdasarkan praktek atau pengalaman
tertentu.
Dari beberapa pengertian konsentrasi dan belajar dapat
disimpulkan bahwa konsentrasi belajar adalah pemusatan pemikiran perhatian
serta kesadaran terhadap suatu pelajaran dan mengesampingkan hal-hal lain yang
tidak ada hubungannya dengan pelajaran.
B. Manfaat dari Konsentrasi Belajar
Konsentrasi belajar tentunya
mempunyai manfaat tertentu, berikut merupakan beberapa manfaat dari konsentrasi
belajar menurut Hendra Surya :
1. Individu akan lebih mudah dan cepat
menguasai materi ajar yang disajikan.
2. Dapat dipastikan bahwa individu yang
konsentrasi dalam belajar sebenarnya ia juga sedang aktif. Jadi konsentrasi
juga dapat dijadikan suatu tanda bahwa individu tersebut sedang aktif belajar.
3. Menambah semangat/motivasi bagi individu untuk
lebih aktif beraktifitas dalam belajar.
4. Memudahkan pengajar dalam melaksanakan
proses pembelajaran.
5. Suasana belajar menjadi semakin kondusif.
6. Memudahkan individu mendapatkan pengalaman
yang baru.
7. Munculnya hal-hal yang positif (misalnya
tidak mau menghayal) dalam diri individu.
C. Faktor yang Mempengaruhi
Konsentrasi Belajar
Dalam konsentrasi belajar tentunya
terdapat banyak sekali faktor yang mempengaruhi konsentrasi belajar, berikut
adalah faktor-faktor yang mempengaruhi konsentrasi belajar :
1.
Lemahnya minat dan motivasi pada
pelajaran.
2.
Perasaan gelisah, tertekan, marah,
khawatir, takut, benci dan dendam.
3.
Suasana lingkungan belajar yang
berisik dan berantakan.
4.
Kondisi kesehatan jasmani.
5.
Bersifat pasif dalam belajar.
6.
Tidak memiliki kecakapan dalam
cara-cara belajar yang baik.
D. Tips Meningkatkan Konsentrasi Belajar
1.
Kesiapan
belajar (ready learning)
Sebelum melakukan aktivitas belajar kita harus benar-benar dalam kondisi
fresh (segar) untuk belajar. Untuk siap melakukan aktivitas belajar
ada dua hal yang perlu diperhatikan, yaitu kondisi fisik dan psikis. Kondisi
fisik harus bebas dari gangguan penyakit, kurang gizi dan rasa lapar. Kondisi
psikis harus steril dari gangguan konflik kejiwaan atau ketegangan emosional,
seperti cemas, kecewa, patah hati, iri dan dendam. Masalah-masalah konflik
kejiwaan ini harus diselesaikan terlebih dahulu. Pikiran harus benar-benar
jernih, jika hendak melakukan kegiatan belajar.
2.
Menanamkan minat dan motivasi
belajar dengan cara mengembangkan “Imajinasi Berpikir”.
Untuk membangkitkan
minat dan motivasi belajar, maka perlu kita ketahui:
1)
Apa yang dipelajari,
2)
Untuk apa mempelajari materi pelajaran
yang hendak dipelajari,
3)
Apa hubungan materi pelajaran dengan
kehidupan sehari-hari (manfaat mempelajari dan apa yang dapat kita lakukan
dengan pengetahuan tersebut),
4)
Bagaimana cara mempelajarinya.
Dengan mengetahui keempat hal tersebut di
atas, kita akan belajar secara terarah atau lebih terfokus pada materi
pelajaran. Kemudian untuk membangkitkan faktor intelektual-emosional belajar
kita, maka perlu mengembangkan dan membiasakan “berimajinasi dalam berpikir”.
Maksudnya, kita membiasakan untuk menjelajah dengan berusaha
membayangkan gambaran bentuk yang dipelajari. Kemudian pikirkan unsur-unsur
penting yang membentuk gambaran tersebut. Dengan demikian kita akan digiring
pada pola belajar aktif dan kreatif.
3.
Mengetahui cara belajar yang baik.
Untuk
memudahkan konsentrasi belajar dibutuhkan panduan untuk pengaktifan cara
berpikir, penyeleksian fokus masalah dan pengarahan rasa ingin tahu. Juga,
harus memuat tujuan yang hendak dicapai dan cara-cara menghidupkan dan
mengembangkan rasa ingin tahu kita, hingga tuntas terhadap apa yang hendak
dipelajari. Dengan kata lain, berusaha menyusun kerangka berpikir dan bertindak
step by step dalam memecahkan masalah.
4.
Lingkungan belajar harus kondusif.
Belajar
membutuhkan lingkungan yang kondusif untuk memperoleh hasil belajar secara
optimal. Harus diupayakan tempat dan ruangan yang apik, teratur dan bersih.
Suasanapun harus nyaman untuk belajar.
5.
Belajar aktif.
Jika
kita sulit berkonsentrasi belajar di sekolah atau sulit mengerti apa yang
dijelaskan guru dan sebagainya, maka kita harus dapat mengembangkan pola
belajar aktif. Kita harus aktif belajar dan berani mengungkapkan ketidaktahuan
pada guru atau teman. Buang rasa sungkan, rasa malu dan rasa takut pada guru.
Guru tidak akan memberi hukuman pada kita yang proaktif dalam belajar. Jika
kita proaktif dalam belajar, maka kita akan mendapat perhatian khusus guru.
Kita yang belajar yang proaktif akan menghalau timbulnya proses pengembaraan
pikiran (duplikasi pikiran). Kita akan tetap fokus pada pelajaran. Intensitas
konsentrasi belajar pun akan menjadi semakin optimal.
6.
Perlu ada waktu untuk menyegarkan
pikiran (resfreshing) saat menghadapi kejemuan belajar.
Saat
kita belajar sendiri di rumah dan menghadapi kesulitan (jalan buntu)
mempelajari materi pelajaran, kadangkala menimbulkan rasa jemu dan bosan untuk
berpikir. Jika hal ini terjadi, maka jangan paksakan diri kita untuk terus
melanjutkan belajar. Jika dipaksakan akan menimbulkan kepenatan dan kelelahan,
sehingga akan menimbulkan antipati untuk belajar. Jalan keluarnya kita harus
menyediakan waktu 5-10 menit untuk beristirahat sejenak dengan mengalihkan
perhatian pada hal lain yang bersifat menyenangkan dan menyegarkan. Jika
kepenatan dan kelelahan daya pikir atau daya kerja otak kita hilang dan pikiran
kembali fresh, maka kita dapat kembali melanjutkan pelajaran yang tertunda
tersebut.
Daftar Pustaka
A’la, Miftahul. 2010. Tips
Asah Ketajaman Konsentrasi Belajar Anak Setajam Silet. Jakarta: Flashbook.
Surya, Hendra. 2003. Kiat Mengatasi Kesulitan Belajar.
Jakarta. Elex Media Komputindo.
Surya, Hendra. 2012. Strategi Jitu Mencapai
Kesuksesan Belajar. Jakarta: Elex
Media Komputindo.
Tabrani Rusyan. 1998. Pendekatan
Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: CV Remaja Karya


0 komentar:
Posting Komentar