Kamis, 09 Januari 2014

kiat meningkatkan konsentrasi belajar




Tips  Meningkatkan Konsentrasi Belajar

A.    Pengertian Konsentrasi Belajar
Kosentrasi belajar berasal dari kata konsentrasi dan belajar. Hornby dan Siswoyo (1993:69) mendefinisikan konsentrasi (concentration) adalah pemusatan atau pengerahan (perhatiannya ke pekerjaannya atau aktivitasnya). Djamarah (2008) memberikan pengertian bahwa konsentrasi adalah pemusatan fungsi jiwa terhadap satu objek. Sedangkan menurut Slameto (2003)  dalam belajar, konsentrasi berarti pemusatan pikiran terhadap suatu mata pelajaran dengan mengesampingkan semua hal lainnyayang tidak berhubungan dengan pelajaran.
Tabrani dkk. (1989:8) menyatakan definisi belajar dalam arti luas ialah proses perubahan tingkah  laku yang dinyatakan dalam bentuk penguasaan, penggunaan, dan penilaian terhadap atau  mengenai sikap dan nilai-nilai, pengetahuan dan kecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai bidang studi atau, lebih luas lagi, dalam berbagai aspek kehidupan atau pengalaman yang terorganisasi. Belajar selalu menunjukkan suatu proses perubahan perilaku atau pribadi seseorang berdasarkan praktek atau pengalaman tertentu.
Dari beberapa  pengertian konsentrasi dan belajar dapat disimpulkan bahwa konsentrasi belajar adalah pemusatan pemikiran perhatian serta kesadaran terhadap suatu pelajaran dan mengesampingkan hal-hal lain yang tidak ada hubungannya dengan pelajaran.
B.     Manfaat dari Konsentrasi Belajar
Konsentrasi belajar tentunya mempunyai manfaat tertentu, berikut merupakan beberapa manfaat dari konsentrasi belajar menurut Hendra Surya :
1.      Individu akan lebih mudah dan cepat menguasai materi ajar yang disajikan.
2.      Dapat dipastikan bahwa individu yang konsentrasi dalam belajar sebenarnya ia juga sedang aktif. Jadi konsentrasi juga dapat dijadikan suatu tanda bahwa individu tersebut sedang aktif belajar.
3.      Menambah semangat/motivasi bagi individu untuk lebih aktif beraktifitas dalam belajar.
4.      Memudahkan pengajar dalam melaksanakan proses pembelajaran.
5.      Suasana belajar menjadi semakin kondusif.
6.      Memudahkan individu mendapatkan pengalaman yang baru.
7.      Munculnya hal-hal yang positif (misalnya tidak mau menghayal) dalam diri individu.

C.    Faktor yang Mempengaruhi Konsentrasi Belajar
Dalam konsentrasi belajar tentunya terdapat banyak sekali faktor yang mempengaruhi konsentrasi belajar, berikut adalah faktor-faktor yang mempengaruhi konsentrasi belajar :
1.       Lemahnya minat dan motivasi pada pelajaran.
2.       Perasaan gelisah, tertekan, marah, khawatir, takut, benci dan dendam.
3.       Suasana lingkungan belajar yang berisik dan berantakan.
4.       Kondisi kesehatan jasmani.
5.       Bersifat pasif dalam belajar.
6.       Tidak memiliki kecakapan dalam cara-cara belajar yang baik.

D.    Tips  Meningkatkan Konsentrasi Belajar
1.       Kesiapan belajar (ready learning)
 Sebelum melakukan aktivitas belajar kita harus benar-benar dalam kondisi fresh (segar) untuk belajar. Untuk siap melakukan aktivitas belajar ada dua hal yang perlu diperhatikan, yaitu kondisi fisik dan psikis. Kondisi fisik harus bebas dari gangguan penyakit, kurang gizi dan rasa lapar. Kondisi psikis harus steril dari gangguan konflik kejiwaan atau ketegangan emosional, seperti cemas, kecewa, patah hati, iri dan dendam. Masalah-masalah konflik kejiwaan ini harus diselesaikan terlebih dahulu. Pikiran harus benar-benar jernih, jika hendak melakukan kegiatan belajar.
2.       Menanamkan minat dan motivasi belajar dengan cara mengembangkan “Imajinasi Berpikir”.
Untuk membangkitkan minat dan motivasi belajar, maka perlu kita ketahui:
1)      Apa yang dipelajari,
2)      Untuk apa mempelajari materi pelajaran yang hendak dipelajari,
3)      Apa hubungan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari (manfaat mempelajari dan apa yang dapat kita lakukan dengan pengetahuan tersebut),
4)      Bagaimana cara mempelajarinya.
Dengan mengetahui keempat hal tersebut di atas, kita akan belajar secara terarah atau lebih terfokus pada materi pelajaran. Kemudian untuk membangkitkan faktor intelektual-emosional belajar kita, maka perlu mengembangkan dan membiasakan “berimajinasi dalam berpikir”. Maksudnya, kita membiasakan untuk menjelajah dengan berusaha membayangkan gambaran bentuk yang dipelajari. Kemudian pikirkan unsur-unsur penting yang membentuk gambaran tersebut. Dengan demikian kita akan digiring pada pola belajar aktif dan kreatif.
3.      Mengetahui cara belajar yang baik. 
Untuk memudahkan konsentrasi belajar dibutuhkan panduan untuk pengaktifan cara berpikir, penyeleksian fokus masalah dan pengarahan rasa ingin tahu. Juga, harus memuat tujuan yang hendak dicapai dan cara-cara menghidupkan dan mengembangkan rasa ingin tahu kita, hingga tuntas terhadap apa yang hendak dipelajari. Dengan kata lain, berusaha menyusun kerangka berpikir dan bertindak step by step dalam memecahkan masalah.
4.      Lingkungan belajar harus kondusif.
Belajar membutuhkan lingkungan yang kondusif untuk memperoleh hasil belajar secara optimal. Harus diupayakan tempat dan ruangan yang apik, teratur dan bersih. Suasanapun harus nyaman untuk belajar.
5.      Belajar aktif.
Jika kita sulit berkonsentrasi belajar di sekolah atau sulit mengerti apa yang dijelaskan guru dan sebagainya, maka kita harus dapat mengembangkan pola belajar aktif. Kita harus aktif belajar dan berani mengungkapkan ketidaktahuan pada guru atau teman. Buang rasa sungkan, rasa malu dan rasa takut pada guru. Guru tidak akan memberi hukuman pada kita yang proaktif dalam belajar. Jika kita proaktif dalam belajar, maka kita akan mendapat perhatian khusus guru. Kita yang belajar yang proaktif akan menghalau timbulnya proses pengembaraan pikiran (duplikasi pikiran). Kita akan tetap fokus pada pelajaran. Intensitas konsentrasi belajar pun akan menjadi semakin optimal.
6.       Perlu ada waktu untuk menyegarkan pikiran (resfreshing) saat menghadapi kejemuan belajar.
Saat kita belajar sendiri di rumah dan menghadapi kesulitan (jalan buntu) mempelajari materi pelajaran, kadangkala menimbulkan rasa jemu dan bosan untuk berpikir. Jika hal ini terjadi, maka jangan paksakan diri kita untuk terus melanjutkan belajar. Jika dipaksakan akan menimbulkan kepenatan dan kelelahan, sehingga akan menimbulkan antipati untuk belajar. Jalan keluarnya kita harus menyediakan waktu 5-10 menit untuk beristirahat sejenak dengan mengalihkan perhatian pada hal lain yang bersifat menyenangkan dan menyegarkan. Jika kepenatan dan kelelahan daya pikir atau daya kerja otak kita hilang dan pikiran kembali fresh, maka kita dapat kembali melanjutkan pelajaran yang tertunda tersebut.



Daftar Pustaka
A’la, Miftahul. 2010. Tips Asah Ketajaman Konsentrasi Belajar Anak Setajam Silet. Jakarta: Flashbook.
Surya, Hendra. 2003. Kiat Mengatasi Kesulitan Belajar. Jakarta. Elex Media Komputindo.
Surya, Hendra. 2012. Strategi Jitu Mencapai Kesuksesan Belajar. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Tabrani Rusyan. 1998. Pendekatan Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: CV Remaja Karya



0 komentar:

Posting Komentar

 

Haloo Sahabat Konselor Copyright © 2008 Black Brown Art Template by Ipiet's Blogger Template