Kamis, 09 Januari 2014

ANALISIS FILM DANGEROUS MIND




Film ini bercerita tentang seorang mantan marinir angkatan laut yang beralih profesi menjadi guru di salah satu SMA di California. Guru tersebut bernama Mrs. Johnson. Dia mengajar di salah satu kelas yang kacau dan terkenal sebagai kelas yang ditakuti banyak guru. Sudah banyak guru yang mengajar kelas tersebut berakhir sakit bahkan pindah mengajar di sekolah lain. Kelas tersebut berisi murid yang berasal dari anak-anak jalanan yang memiliki status ekonomi ke bawah dan sebagian besar mengalami kehidupan yang keras untuk bertahan hidup.
Ketika pertama kalinya Mrs. Johnson masuk di kelas tersebut, dia sudah dilecehkan oleh murid di kelas tersebut. Mrs. Johnson merasa frustasi dan kesulitan untuk mengajar di kelas tersebut. Namun Mrs. Jhonson tidak putus asa, dia akhirnya menyesuaikan cara mengajar dengan keadaan kelas. Mrs. Jhonson mengajar dikelas tersebut dengan gaya anak jalanan dan menggunakan kata-kata yang sering di gunakan oleh mereka. Ia juga mengajarkan mereka tentang arti sebuah kehidupan melalui puisi yang berisi tentang perjuangan, pilihan, dan kematian.
Tidak hanya mendekati siswa tersebut secara teoritis, tetapi Mrs jhonson juga mendekati siswa tersebut dengan sebuah pendekatan emosional. Misalkan saja dengan memberi hadiah bagi muridnya yang bisa menjawab ataupun menyeleseikan tugas, dan berusaha menyelamatkan siswanya dari berbagai masalah diluar sekolahnya.

Tetapi berbagai masalah kemudian datang, dimulai dari wali murid yang tidak suka dengan Mrs. Jhonson karena sekarang anak mereka lebih senang belajar daripada harus bekerja untuk mencari uang membantu perekonomian keluarga, ada juga pihak sekolah tidak suka dengan gaya mengajar Mrs. Jhonson yang tidak sesuai dengan prosedur dan peraturan yang ada sehingga pihak sekolah berkali-kali memperingatkan Mrs. Jhonson. Selain itu ada juga masalah dari para siswanya sendiri, beberapa dari mereka  menjadi buronan geng lain, kemudian ada juga yang sedang hamil, dan ada yang meninggal karena dibunuh oleh anggota geng lain yang disebabkan oleh masalah wanita.
Berbagai masalah yang ada membuat Mrs. Jhonson hampir menyerah dan memutuskan untuk mengundurkan diri dari sekolah tersebut. Tetapi murid-murid dikelas tersebut tidak setuju dan melarang Mrs. Jhonson untuk pergi.
Dari film tersebut banyak hal yang dapat kita lihat, terutama dalam proses pembelajaran dan metode pembelajaran yang dilakukan oleh Mrs. Jhonson. Dengan keadaan kelas yang seperti itu, Mrs. Jhonson memiliki metode yang bervariatif sehingga anak-anak dikelas tersebut memiliki semangat baru untuk mengikuti pelajaran. Mrs. Jhonson menggunakan trik untuk menarik perhatian siswanya, yakni dengan memberikan motivasi kepada mereka. Di awal pertemuan, Mrs. Jhonson memberikan nilai A kepada semua siswanya. Hal itu bertujuan untuk memancing siswanya agar berusaha mempertahankan nilai tersebut sampai ujian nanti. Mrs. Jhonson sangat yakin kalau siswanya sebenarnya merupakan siswa cerdas dengan sedikit ataupun tanpa pendidikan dan banyak dari mereka yang memiliki masalah sosial. Siswa yang tadinya dianggap “siswa buangan” oleh sekolah karena tingkat akademiknya yang rendah, kini mulai meningkat karena dukungan dan motivasi yang di berikan oleh Ms. Jhonson. Selain itu, Mrs. Jhonson tidak segan untuk langsung mengunjungi salah satu rumah orang tua siswanya dan mengatakan kepada orang tua siswa tersebut bahwa anaknya sangat cerdas dikelas. Mrs. Jhonson tidak canggung untuk memasuki dunia siswanya yang sangat keras guna mengetahui apa saja yang dilakukan oleh muridnya sampai-sampai mereka tidak menghiraukan pendidikan mereka.
Film ini mengajarkan kepada kita agar kita sebagai seorang pengajar tidak menyerah untuk terus membantu mereka mengembangkan potensi dirinya. Sesuai dengan tujuan utama seorang pendidik yakni membantu siswa untuk mengembangkan dirinya, yaitu mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia yang unik dan membantu dalam mewujudkan potensi-potensi yang ada pada diri mereka.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Haloo Sahabat Konselor Copyright © 2008 Black Brown Art Template by Ipiet's Blogger Template