Film
ini bercerita tentang seorang mantan marinir angkatan laut yang beralih profesi
menjadi guru di salah satu SMA di California. Guru tersebut bernama Mrs.
Johnson. Dia mengajar di salah satu kelas yang kacau dan terkenal sebagai kelas
yang ditakuti banyak guru. Sudah banyak guru yang mengajar kelas tersebut
berakhir sakit bahkan pindah mengajar di sekolah lain. Kelas tersebut berisi murid
yang berasal dari anak-anak jalanan yang memiliki status ekonomi ke bawah dan
sebagian besar mengalami kehidupan yang keras untuk bertahan hidup.
Ketika
pertama kalinya Mrs. Johnson masuk di kelas tersebut, dia sudah dilecehkan oleh
murid di kelas tersebut. Mrs. Johnson merasa frustasi dan kesulitan untuk
mengajar di kelas tersebut. Namun Mrs. Jhonson tidak putus asa, dia akhirnya
menyesuaikan cara mengajar dengan keadaan kelas. Mrs. Jhonson mengajar dikelas
tersebut dengan gaya anak jalanan dan menggunakan kata-kata yang sering di
gunakan oleh mereka. Ia juga mengajarkan mereka tentang arti sebuah kehidupan
melalui puisi yang berisi tentang perjuangan, pilihan, dan kematian.
Tidak
hanya mendekati siswa tersebut secara teoritis, tetapi Mrs jhonson juga mendekati
siswa tersebut dengan sebuah pendekatan emosional. Misalkan saja dengan memberi
hadiah bagi muridnya yang bisa menjawab ataupun menyeleseikan tugas, dan
berusaha menyelamatkan siswanya dari berbagai masalah diluar sekolahnya.
Tetapi
berbagai masalah kemudian datang, dimulai dari wali murid yang tidak suka
dengan Mrs. Jhonson karena sekarang anak mereka lebih senang belajar daripada
harus bekerja untuk mencari uang membantu perekonomian keluarga, ada juga pihak
sekolah tidak suka dengan gaya mengajar Mrs. Jhonson yang tidak sesuai dengan
prosedur dan peraturan yang ada sehingga pihak sekolah berkali-kali
memperingatkan Mrs. Jhonson. Selain itu ada juga masalah dari para siswanya
sendiri, beberapa dari mereka menjadi
buronan geng lain, kemudian ada juga yang sedang hamil, dan ada yang meninggal
karena dibunuh oleh anggota geng lain yang disebabkan oleh masalah wanita.
Berbagai
masalah yang ada membuat Mrs. Jhonson hampir menyerah dan memutuskan untuk
mengundurkan diri dari sekolah tersebut. Tetapi murid-murid dikelas tersebut
tidak setuju dan melarang Mrs. Jhonson untuk pergi.
Dari
film tersebut banyak hal yang dapat kita
lihat, terutama dalam proses pembelajaran dan metode pembelajaran yang
dilakukan oleh Mrs. Jhonson. Dengan keadaan kelas yang seperti itu, Mrs.
Jhonson memiliki metode yang bervariatif sehingga anak-anak dikelas tersebut
memiliki semangat baru untuk mengikuti pelajaran. Mrs. Jhonson menggunakan trik
untuk menarik perhatian siswanya, yakni dengan memberikan motivasi kepada
mereka. Di awal pertemuan, Mrs. Jhonson memberikan nilai A kepada semua
siswanya. Hal itu bertujuan untuk memancing siswanya agar berusaha
mempertahankan nilai tersebut sampai ujian nanti. Mrs. Jhonson sangat yakin
kalau siswanya sebenarnya merupakan siswa cerdas dengan sedikit ataupun tanpa
pendidikan dan banyak dari mereka yang memiliki masalah sosial. Siswa yang
tadinya dianggap “siswa buangan” oleh sekolah karena tingkat akademiknya yang
rendah, kini mulai meningkat karena dukungan dan motivasi yang di berikan oleh
Ms. Jhonson. Selain itu, Mrs. Jhonson tidak segan untuk langsung mengunjungi
salah satu rumah orang tua siswanya dan mengatakan kepada orang tua siswa
tersebut bahwa anaknya sangat cerdas dikelas. Mrs. Jhonson tidak canggung untuk
memasuki dunia siswanya yang sangat keras guna mengetahui apa saja yang
dilakukan oleh muridnya sampai-sampai mereka tidak menghiraukan pendidikan
mereka.
Film ini mengajarkan kepada kita agar kita sebagai
seorang pengajar tidak menyerah untuk terus membantu mereka mengembangkan
potensi dirinya. Sesuai dengan tujuan utama seorang pendidik yakni membantu
siswa untuk mengembangkan dirinya, yaitu mengenal diri mereka sendiri sebagai
manusia yang unik dan membantu dalam mewujudkan potensi-potensi yang ada pada
diri mereka.


0 komentar:
Posting Komentar